Kuliah

Teori Sentral (Walter B. Canon) & Teori Peripheral (James and Lange) serta Cara Mengukur Tingkat Emosi dalam Kehidupan Kita


Teori yang menyatakan bahwa ada hubungan antara emosi terhadap sikap dan tingkah laku individu, yaitu :

  1. Teori sentral, dikemukakan oleh Walter B. Canon.

Menurut teori ini gejala kejasmanian termasuk tingkah laku akibat dari emosi yang dialami oleh individu. Jadi, individu yang mengalami emosi lebih dahulu, baru kemudian mengalami perubahan – perubahan dalam jasmaninya. Misalnya, jika seorang remaja sedang menonton film porno, maka secara emosi remaja tersebut akan terangsang gairah seksualitasnya, sehingga selanjutnya ada keinginan untuk menyalurkan hasrat seksualnya dengan pasangan atau melakukan onani atau masturbasi sebagai wujud perubahan jasmani. Sehingga dalam teori ini dikatakan bahwa emosilah yang menimbulkan tingkah laku atau bagaimana seorang individu bersikap.

Pengaruh Canon pada psikologi terjadi sebagai hasil dari minatnya pada emosi, rasa lapar, dan pada dorongan sebagai hasil eksperimen yang meneliti hypothalamus. Pandangannya mengenai rasa lapar dan dahaga berpusat di sekitar teori lokalnya. Sebagian besar penelitian kontemporer mengenai mekanisme emosi dan motif fisiologi dari rasa lapar dan haus, dirangsang oleh karya dirinya.

Canon menentang teori James Lange. Ia membuktikan dengan melakukan penyelidikan fisiologis terhadap seekor kucing. Di dalam penyelidikan tersebut, syaraf simpatis dari kucing dipotong, maka apabila teori J – L benar, kucing yang syaraf simpatisnya telah dipotong tidak dapat marah lagi. Kemudian anjing dimasukkan, ternyata kucing yang melihat anjing masih dapat marah. Kesimpulan: keadaan organis bukan merupakan faktor yang menentukan munculnya emosi. Jadi orang merasa sedih, sehingga ia menangis, dan menyebabkan terjadinya perubahan organis.

Sunaryo (2004) mengemukakan bahwa teori ini gejala kejasmanian merupakan akibat dari emosi yang dialami individu. Misalnya saja, orang marah gejala kejasmaniannya meliputi jantung berdebar, pernapasan cepat, dan mata merah. Teroi ini kemudian diperkuat oleh Philip Bard, sehingga teori ini kemudian lebih dikenal dengan teori Cannon-Bard atau teori “emergency”. Teori ini menyatakan bahwa emosi adalah reaksi yang diberikan organisme dalam situasi darurat (emergency)

Agresi merupakan motif yang berasal dari emosi.

Marah → agresi

sedih → depresi

marah → hormon adrenalin 0> gula darah meningkat ->reaksi darurat (melawan/menghindar)

agresi dipengaruhi oleh imitasi dan modeling

cara menghilangkan agresi : hukuman dan kognisi.

Contoh lain nya, ketika kita sedang benci terhadap seseorang, kita berusaha untuk menjauhinya.

2.  Teori peripheral. Teori ini dikemukakan oleh James dan Lange.

Menurut teori ini dikatakan bahwa gejala – gejala kejasmanian atau tingkah laku seseorang bukan akibat dari emosi, melainkan emosi yang dialami oleh individu itu sebagai akibat dari gejala – gejala kejasmanian. Misalnya saja, orang marah gejala kejasmaniannya meliputi jantung berdebar, pernapasan cepat, dan mata merah.

Wiliam James menyatakan bahwa persepsi perubahan tubuh adalah pengalaman subjektif dari suatu emosi: (“Kita takut karena kita lari.”; “Kita marah karena kita memukul”). Ahli psikologi Denmark, Carl Lange, sampai pada posisi yang serupa, tapi baginya perubahan tubuh termasuk rangsangan otonomik. Posisi kombinasi mereka disebut teori James-Lange. Teori ini menyatakan: Karena persepsi rangsangan otonomik (dan mungkin perubahan tubuh lain) membentuk pengalaman suatu emosi, dan karena emosi yang berbeda terasa berbeda, pastilah terdapat pola tersendiri aktivitas otonomik untuk tiap emosi. Dengan demikian teori James-Lange menyatakan bahwa rangsangan otonomik mendiferensiasikan emosi.

Willian James (1884) dari Amerika Serikat dan Carl Lange (1885) dari Denmark. Keduanya mengemukakan pada saat yang hampir bersamaan dan teori yang dikemukakan juga mirip, sehingga teori ini dikenal dengan nama teori James-Lange. Teori ini sering juga disebut teori perifer. Dalam teori ini disebutkan bahwa emosi timbul setelah terjadinya reaksi psikologik. Emosi merupakan hasil persepsi seseorang terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam tubuh sebagai respon terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar. Selain itu, gejala kejasmanian bukanlah akibat emosi yang dialami oleh individu, melainkan emosi merupakan akibat dari gejala kejasmanian. Seseorang tidak menangis karena susah, tetapi sebaliknya, orang tersebut susah karena menangis (Sunaryo, 2004).

Teori ini mengalami serangan hebat pada tahun 1920-an (terutama bagian teori tentang rangsangan otonomik). Serangan ini dipimpin oleh ahli psikologi Walter Cannon (1927) yang mengajukan tiga kritik utama: 1. Karena organ internal merupakan struktur yang relatif tidak sensitif dan tidak terpasok baik oleh syaraf, perubahan internal terjadi terlalu lambat agar dapat menjadi sumber emosi. 2. Perubahan tubuh yang di induksi secara artifisial berkaitan dengan suatu emosi. Sebagai contoh: injeksi obat seperti epinephrine tidak menghasilkan pengalaman emosi yang sesungguhnya. 3. Pola rangsangan otonomik tampaknya tidak banyak berbeda dari satu keadaan emosional dengan keadaan emosional lain, sebagai contohnya walaupun kemarahan menjadikan jantung kita berdebar lebih cepat, demikian pula jika kita melihat orang yang kita cintai. Argumen ketiga secara eksplisit menyangkal bahwa perangsangan emosional dapat mendiferensiasi emosi.

Dalam psikologi, james sangat terkenal karena pendekatan aliran kesadaran terhadap gejala mental, yang dideklarasikan untuk menentang aliran struktralisme. Dia meyakini bahwa proses mnetal harus dipelajari sebaga proses, dan tidak sebagai potongan statis seperti yang di sugestikan oleh kaum strukturalisme. Maka james dienal sebagai pencetus psikologi fungsionalisme.

Dia menjelaskan kondisi mental disebabkan oleh kondisi fisik, dan bahkan kondisi mental itu sendiri dapat menyebabkan perubahan fisik. Ia menambahkan bahwa pikian harus dilihat sebagai insturmen untuk merealisasikan tujuan, yaitu untuk memberikan deskripsi lengkap dengan cara observasi insrtospektif mengenai kondisi dan aktivitas mental. Ia mengatakan juga bahwa kesadaran kita berlangsung terus, meskipun orang tidur atau hilang kesadaran untuk sesaat, kesadaran dapat dihubungkan kembali.

James-lange theory of the emotion adalah suatu perumusan yang berusaha mengintegrasikan kesadaran dan aspek tingkah laku emosi. Lange seorang fisiolog denmark yang berargumen bahwa proses emosional identik dengan perubahan di dalam sistem sirkulatoris. Kemudian teori lange disatukan dengan teori james jadilah teori james-longe atau teori perifer.

Cara mengukur tingkat emosi dalam kehidupan kita, yaitu: dengan melalui dari kata-kata ini; suka, sayang, cinta, senang, bahagia, sedih, terharu, tenang, semangat, menghayal, kesal, khawatir, benci, dendam. dari kata-kata ini yang paling dominan dalam 24 jam, dan ini bisa sebagai patokan untuk mengukur emosi

caranya ;

dalam 24 jam buat checklist; suka, sayang, cinta, senang, bahagia, sedih, terharu, tenang, semangat, menghayal, kesal, khawatir, benci, dendam

contoh kasus selama 24 jam:

berangkat kerja naik motor, ban bocor, macet, ketemu klien yang asik, dapat bonus, lagi meeting di tlpon pasangan, waktu pulang kecipratan air got, dirumah ada makanan favorite, monton berita sama komedy di tv, komen dan baca thread di kaskus tiba-tiba litrik padam (5 kesal, 1 suka, 1 bahagia, 2 senang, 1 terharu) jadi yang dominan selama 24 jam itu kesal

sesudah itu selama 1 bulan semuanya di jumlah. dan diurutkan

contoh kasus;

paling banyak urutan pertama kesal, urutan kedua senang, urutan ketiga suka, dst

tabel toleransi emosi :

psikopat 100%

maniac 90%

lunatic 80%

gangguan 70%

sedikit gangguan 60%

normal 50% (nilainya rata/sama pada masing)

abnormal 40%

syndrome 30%

terbelakang 20%

cacat 10%

SUMBER :

http://jurnalpsikologi-psikologi.blogspot.com/2010/07/motif-dan-emosi.html

http://serenanggita.blogspot.com/2012/10/emosi.html

eprints.undip.ac.id/18061/1/TUT_WURI_PRIHATIN.pdf

http://akhwat-lempeur.blogspot.com/2011/02/teori-emosi-perasaan-paling-dasar-yang.html

http://datokshangsoet.blogspot.com/2009/01/emosi_4968.html

http://forum.ampm.co.id/showthread.php?t=10365

Naisaban Ladislaus. 2004. Para Psikolog Terkemuka Dunia. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s