KSR

Cidera Jaringan Lunak ^


Apa sih itu CJL (Cedera Jaringan Lunak) ?

CJL singkatan dari Cedera jaringan lunak yang bahasa sehari-hari biasanya di sebut luka yaitu terputusnya keutuhan jaringan lunak, baik bagian dalam atau bagian luar tubuh akibat suatu ruda paksa.

Jaringan lunak meliputi kulit, jaringan lemak, jaringan ikat, pembuluh darah, otot dan, saraf. pada jaringan lunak, kulit bertindak sebagai pertahanan tubuh lapisan pertama terhadap gaya dari luar yang mudah mengalami cedera dan sangat jelas cedera terlihat.

Jika terjadi cedera jaringan lunak  dapat mengakibatkan komplikasi pada tubuh korban seperti halnya perdarahan, kelumpuhan, dll sesuai luas cedera dan jaringan lunak yang terkena. Berdasarkan keterlibatan jaringan lunak, maka cedera jaringan lunak yang bahasa sehari-hari disebut dengan istilah luka, terbagi menjadi 2  (dua) jenis yaitu :

  1. Luka Terbuka
    Jenis luka ini akan terjadi bila ada kerusakan atau terputusnya jaringan lunak, seperti jaringan kulit yang disertai jaringan yang berada dibawahnya.
  2. Luka Tertutup
    Berbeda dengan jenis luka terbuka, jika korban mengalami luka tertutup maka cedera yang dialami tidak merusak jaringan kulit, yang rusak hanya jaringan dibawah kulit, biasanya menimbulkan memar, namun walaupun begitu, luka tertutup ini tetap berbahaya, apalagi jika sampai merusak alat-alat organ dalam tubuh.

Kemudian, Luka terbuka dapat ditemukan dalam berbagai bentuk luka, diantaranya :

  1. Luka Robek
  2. Avulsi
  3. Luka Tusuk
  4. Luka Sayat / Iris
  5. Luka Lecet
  6. Amputasi

Sedangkan jenis luka tertutup dapat kita temukan dalam bentuk :

  1. Luka Memar
  2. Hematoma ( darah yang terkumpul di jaringan)
  3. Luka Remuk

Kemudian dalam penanganan Cedera jaringan lunak ini, sangat dibutuhkan penutup luka dan pembalut luka. apa yang dimaksud dengan penutup? dan apa yang dimaksud dengan pembalut? tentu dua hal tersebut sangat bebeda, dari penulisan saja sudah pasti jelas beda🙂 lantas apa yang dimaksud dengan penutup luka dan pembalut luka?

Penutup Luka yaitu Bahan yang digunakan atau diletakkan tepat di daerah luka berada. sedangkan Pembalut Luka yaitu Bahan yang digunakan untuk mempertahankan penutup luka.

Dalam hal ini penutup luka dan pembalut luka mempunyai fungsi dan jenisnya masing-masing, yang pertama yaitu fungsi penutup luka :

  1. Membantu mengendalikan darah
  2. Mencegah kontaminasi
  3. Mempercepat penyembuhan
  4. Mengurangi Nyeri, dan jenis penutup luka ada 2 jenis yaitu penutup luka oklusif (Kedap) dan penutup luka tebal. oke, karena waktu sudah menujukan pukul jam malam, jadi postingan tentang CJL dilanjutkan besok. penasaran dengan lanjutanya, nantikan besok. selamat malam .. ^^

Oke, lanjutan yang sempat tertunda sekarang dilanjukan lagi. jadi, sampai mana kemarin ? sampai pada fungsi dan jenis penutup luka. berati sekarang akan membahas Fungi pembalut. ada 3 (tiga) fungsi pembalut, bisa di Singkat Menjadi 3P yaitu Penekanan, Pertahankan, dan Penopang. penjelasan 3P tersebut yaitu

  1. Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.
  2. Pertahankan untuk mempertahankan penutup luka pada tempatnya
  3. Penopang, menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera.

Sedangkan beberapa jenis pembalut yaitu :

  1. Pembalut pita/gulung
  2. Pembalut segitiga (Mitela)
  3. Pembalut tabung
  4. Pembalut penekan

Dalam penangann CJL yang menggunakan penutup luka, terdapat Pedoman penutup luka yaitu :

  1. Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka
  2. Upayakan Permukaan luka bersih sebelum menutup luka, kecuali terjadi perdarahan hebat. maka perioritaskan untuk menghentikan perdarahan.
  3. Pemasangan penutup luka harus dilakukan sedemikian rupa sehingga luka tidak terkontaminasi

kemudian dalam pembalut luka terdapat pedoman pembalutan yaitu :

  1. Pembalu dipasang setelah perdarahan berhenti
  2. ikatan jangan terlalu kendor atau kencang
  3. Ujung pembalut jangan terurai
  4. Daerah yang dibalut harus lebih luas dari luka
  5. Jangan menutupi ujung jari, kecuali ada luka
  6. Khusus pada anggota gerak pembalutan dilalukan dari bagian yang jauh terlebih dahulu lalu mendekat mendekati tubuh. (dari distal ke proximal arah jantung)
  7. Pembalutan dilakukan pada posisi yang diinginkan, jadi jika terjadi pembalutan di sendi jangan berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.

Setelah memahami apa itu penutup luka, pembalut luka dan pembalutan. ada perawatan atau cara penanganan luka baik luka tertutup maupun luka terbuka. perawatan luka tertutup  yaitu dengan Singkatan EBIT, penjelasan singkatan tersebut ialah :

  1. Es (Berikan kompres es yang dimasukkan ke dalam kantung es)
  2. Balut Tekan
  3. Istirahatkan anggota gerak
  4. Tinggikan anggota gerak tersebut

Sedangkan cara penanganan atau perawatan luka terbuka yaitu

  1. Pastikan daerah luka terbuka
  2. bersihkan daerah sekitar luka
  3. kontrol perdarahan bila ada
  4. Cegah kontaminasi lanjut
  5. Beri penutup luka dan balut
  6. Baringkan penderita bila kehilangan banyak darah dan luka cukup parah
  7. Tenangkan penderita
  8. Atasi syokk bila ada
  9. Rujuk ke fasilitas kesehatan

Nah, mungkin sampai disini penjabaran tentang CJL (Cedera Jaringan Lunak) untuk selanjutnya, praktek saja. karena banyak bentuk luka yang terjadi. tinggal dihubungkan bagaimana luka itu terjadi dan bercirikan apa. ..
semoga bermanfaat ^ .. kamsa hamnida

Bersumber : Modul KSR PMI unit UNY 2012

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s